Monday, November 28, 2016

K2 PARK PERIZINAN PEMBANGUNAN APARTEMEN MEWAH GADING SERPONG



Paket kebijakan ekonomi yang salah satunya berfokus pada peningkatan investasi di sektor properti disambut baik oleh para pelaku usaha di dunia properti. Disebutkan, pemerintah berkomitmen untuk mengeluarkan kebijakan yang mendorong pembangunan perumahan atau properti secara umum.

Seperti yang tertuang dalam paket kebijakan ekonomi tahap 1, pemerintah melakukan berbagai langkah untuk menggerakkan ekonomi nasional, termasuk industri properti tentunya, yaitu dengan deregulasi, debirokratisasi, penegakan hukum, dan kepastian usaha. Pemerintah sadar, ada banyak hambatan yang selama ini membuat industri nasional tak berkembang pesat atau jalan di tempat, salah satunya karena proses perijinan yang rumit.

Dikeluhkan pengembang sebelumnya, Menteri PUPR Muhammad Basuki Hadimuljono menegaskan, akan memangkas perizinan untuk pembangunan perumahan yang selama ini dikeluhkan pengembang. "Salah satu fokus kami memang memangkas proses perizinan. Kami usahakan satu pintu dan waktunya cepat, agar lebih sederhana dan semua proses berjalan cepat," kata Basuki, saat bertemu dengan Asosiasi perumahan, REI, APERSI dan ASPERI, di kantornya, Jakarta, beberapa waktu lalu.


K2 PARK PERIZINAN PEMBANGUNAN APARTEMEN MEWAH GADING SERPONG


Langkah ini dinilai menjadi angin segar bagi industri properi yang tahun ini tak bisa dipungkiri mengalami penurunan penjualan sebagai dampak dari ekonomi nasional yang melambat. Dihar Dakir, Manajer Humas PT Prioritas Land Indonesia, salah satu developer baru yang tengah berkembang pesat, sangat yakin terobosan yang dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo ini bermanfaat untuk para pelaku usaha properti.

“Proses perijinan adalah salah satu faktor penting buat para pengembang. Kami sejauh ini sebenarnya tak pernah mengalami kesulitan dalam setiap proses pengajuan perizinan kepada pemerintah daerah tempat proyek kami berada, namun jika pemerintah ingin lebih mempermudah dan mempercepat lagi proses tersebut, maka itu akan lebih bagus,” kata Dihar.

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) sendiri saat berita ini diturunkan 15 oktober tahun 2015 lalu,  tengah mempersiapkan penggarapan salah satu proyeknya di kawasan Gading Serpong yaitu apartemen K2 Park. Dan sekarang sudah dimulai pembangunannya. Menurut Dihar, proses perijinan di pemerintah Kabupaten Tangerang sejauh ini tak ada masalah.

“Semua proses tersebut berjalan lancar dan sesuai target waktu yang kami rencanakan. Saat ini kami tengah merevisi dokumen AMDAL yang diminta Komisi Penilai AMDAL Pemerintah Kabupaten Tangerang.

Diharapkan setelah adanya komitmen pemerintah pusat untuk memangkas proses perijinan, prosesnya bisa berjalan lebih cepat dan lancar,” harap Dihar.

Setelah Surat Rekomendasi AMDAL yang telah disetujui Bupati Tangerang terbit, maka barulah izin untuk mendapatkan IMB bisa diproses. Biasanya setelah rekomendasi AMDAL keluar, IMB akan segera diterbitkan dan pengembang bisa memulai proses pembangunan.

Uniknya, sepanjang proses pembuatan izin tersebut, masalah justru sering datang dari pihak lain yang memanfaatkan isu perizinan untuk menyebarkan kabar-kabar bohong. PLI sendiri, kata Dihar, sempat mengalami hal tersebut untuk proyek mereka di K2 Park.

“Kami sebagai perusahaan properti nasional, selalu taat dengan prosedur. Mengenai pembangunan, pada saatnya pasti akan dilakukan jika semua perizinan sudah rampung yang mana itu membutuhkan waktu dan sudah masuk dalam perhitungan kami sebagai pengembang,” ujar Dihar.


K2 PARK PROGRESS PEMBANGUNAN SUPERBLOK GADING SERPONG

PT Prioritas Land Indonesia (PLI) siap meluncurkan tower ketiga (Minette) K2 Park di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Perseroan menargetkan tower Minette ini habis dalam waktu cepat seperti tower sebelumnya. Presiden Direktur Prioritas Land Indonesia Marcellus Chandra mengatakan, peluncuran tower ketiga akan dilakukan sekitar bulan Maret mendatang. "Tower pertama yang terdiri dari 600 unit habis terjual hanya dalam dua pekan," ujarnya, kemarin. Ia menjelaskan, tower ketiga K2 Park menawarkan sensasi tinggal layaknya di hotel karena memang dibangun di atas Hotel Harris.

Nantinya akan ada 400 unit yang didesain lebih modern serta dilengkapi fasilitas lengkap untuk menandingi kenyamanan ala hotel. "Luas unit apartemen di tower ketiga K2 Park adalah semigross 24 meter persegi dengan perkiraan harga sekitar Rp 400 jutaan," tuturnya. Marcellus optimis, peluncuran tower ketiga ini akan mendapat sambutan lebih besar dari konsumen dan investor.

K2 PARK PROGRESS PEMBANGUNAN SUPERBLOK GADING SERPONG

Apalagi, Superblok K2 Park terpilih sebagai Top Superblok di Kota Tangerang. "Penghargaan diberikan dalam ajang Top Property Award 2016 yang diselenggarakan oleh Majalah Property-In bekerja Sama dengan lembaga riset independen, Survey One," katanya. Ia mengatakan, penghargaan tersebut bisa dijadikan sarana untuk membandingkan dan mengukur kinerja di pasar dalam hal popularitas, kualitas investasi dan kepercayaan atas produk yang kami hasilkan. Ke depan, dia bilang, industri properti di Indonesia harus dapat menciptakan atau menjual produk properti yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen.


 Untuk diketahui, K2 Park yang terletak di kawasan Gading Serpong terdiri dari empat tower dengan total 2500 unit apartemen. K2 Park dilengkapi dua tower hotel (Harris) serta pusat perkantoran dan pendidikan.